Critical Book Review
Tugas Mandiri I
Critical Book Review
Kurikulum & Pembelajaran
Tim Pengembang MKDP, Cetakan ke 5 : Maret 2016
Cetakan ke 6 : Mei 2017
Pengembangan Kurikulum ( Dalam Rangka
Implementasi Standar Proses Pendidikan Siswa)
Dr.cd. Dirman, M.Pd & Dra. Cicih Juarsih, M.Pd
2014
Disusun Sebagai Salah Satu Tugas Terstruktur Yang Diwajibkan
Dalam Mengikuti Perkuliahan Kurikulum dan Pembelajaran
Oleh,
Sri Hariyati
1602050032
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYYAH SUMATERA UTARA
TAHUN 2017
DAFTAR ISI
Daftar
Isi..........................................................................................................
Kata
Pengantar.................................................................................................
BAB
1 PENDAHULUAN
A. Manfaat
Critical Book..........................................................................
B. Tujuan
Penulisan Critical Book............................................................
C. Identitas
Buku Yang Direview............................................................
BAB II RINGKASAN ISI BUKU
A. Buku
I (Bab 1 – Bab 11)......................................................................
B. Buku
II (Bab 1 – Bab 6).......................................................................
BAB III PEMBAHASAN ISI BUKU
A. Pembahasan
Isi Buku...........................................................................
B. Kelebihan
dan Kekurangan Buku........................................................
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan...........................................................................................
B. Saran.....................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
KATA
PENGANTAR
Assalammualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh.
Segala
puji bagi ALLAH SWT yang telah melimpahkan segala Rahmat dan Karunia-Nya yang
mana telah memberikan kesempatan kepada saya untuk dapat menyelesaikan tugas
saya ini.
Dan
tak lupa pula saya ucapkan Terima Kasih kepada Dosen pembimbing saya yaitu mata
kuliah “Kurikulum Dan Pembelajaran“ yaitu Bapak Muhammad Arifin, S.Pd, M.Pd
yang telah membimbing dan memberikan arahan kepada saya untuk dapat
menyelesaikan tugas saya ini yang bertema “ Critical Book Review “ . Dan saya
ucapkan terimakasih kepada teman-teman saya yang telah memberikan dukungan dan
semangat kepada saya untuk dapat menyelesaikan tugas ini. Tujuan saya menulis
makalah ini untuk menyelesaikan tugas saya.
Jika
dalam penulisan makalah saya terdapat berbagai kesalahan dan kekurangan dalam
penulisannnya, maka kepada para pembaca, saya memohon maaf sebesar-besarnya
atas koreksi-koreksi yang telah dilakukan. Hal tersebut semata-mata menjadi
evaluasi dalam pembuatan tugas ini.
Adapun
hal-hal yang akan saya tuliskan disini mengenai analisis kritis kedua buku yaitu
buku pertama berjudul KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN dan buku kedua yaitu berjudul
PENGEMBANGAN KURIKULUM , dimana saya berharap dapat memudahkan pembaca untuk
mengetahui isi dari buku tersebut.
Demikian
saya ucapkan Terima Kasih semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
Wassalammualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh.
Medan,
13 Oktober 2017
Penulis
BAB I PENDAHULUAN
A.
Manfaat Critical Book Review
1. Untuk
memenuhi tugas mata kuliah Kurikulum Dan Pembelajaran
2. Untuk
menambah pengetahuan tentang Kurikiulum Dan Pembelajaran dan Pengembangan Kurikulum
B.
Tujuan Penulisan Critical Book Review
1. Mengulas
isi sebuah buku
2. Mencari
dan mengetahui informasi yang ada dalam buku
3. Melatih
diri untuk berfikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan oleh setiap bab dari buku pertama dan buku kedua
4. Membandingkan
isi buku pertama dan buku kedua
C.
Identitas Buku Yang Direview
v Buku
I
Judul : Kurikulum & Pembelajaran
Edisi
: 3
Pengarang
: Tim Pengembang MKDP
Penerbit : PT Raja Grafindo Persada, Depok
Kota
Terbit : Depok
Tahun
Terbit : Cetakan ke 6 : Mei 2017
ISBN
: 987-979-769-382-4
v Buku
II
Judul : Pengembangan Kurikulum (Dalam
Rangka Implementasi Standar Proses Pendidikan Siswa)
Edisi
: 3
Pengarang
: Dr.cd. Dirman, M.Pd
Dra. Cicih Juarsih, M.Pd
Penerbit : PT. Rineka Cipta
Kota
Terbit : Jakarta
Tahun
Terbit : 2014
ISBN : 978-979-098-068-6
ISBN : 978-979-098-068-6
BAB
II RINGKASAN ISI BUKU
A.
BUKU I ( BAB I – BAB 11 )
BAB I PENGERTIAN, DIMENSI, FUNGSI,
DAN PERANAN KURIKULUM
Pengertian
kurikulum diorganisasi menjadi dua, kurikulum adalah sejumlah rencana isi yang
merupakan sejumlah tahapan belajar yang didesain untuk siswa dengan petunjuk
institusi pendidikan yang isinya berupa proses yang statis ataupun dinamis dan
kompetensi yang harus dimiliki. Selanjutnya, kurikulum adalah seluruh pengalaman
dibawah bimbingan dan arahan dari institusi pendidikan yang membawa kedalam
kondisi belajar.
Konsep kurikulum
meiputi ; (1) Sebagai Substansi, yang dipandang sebagai rencana pembelajaran
bagi siswa atau seperangkat tujuan yang ingin dicapai , (2) Sebagai Sistem,
merupakan bagian dari sistem persekolahan, pendidikan, dan bahkan masyarakat,
dan (3) Sebagai Bidang Studi, merupakan kajian para ahli kurikulum yang
bertujuan untuk mengembangkan ilmu tentang kurikulum dan sistem kurikulum.
Istilah
kurikulum menunjuk beberapa dimensi pengertian, dimana disetiap dimensi
memiliki hubungan satu dengan yang lainnya. Keempat dimensitersebut adalah ;
(1) Kurikulum Sebagai Suatu Ide, (2) Kurikulum Sebagai Suatu Rencana Tertulis
yang sebenarnya merupakan perwujudan dari kurikulum sebagai suatu ide, (3)
Kurikulum Sebagai Suatu Aktivitas atau sering disebut juga kurikulum sebagai
rencana tertulis ; (4) Kurikulum Sebagai Hasil yang merupakan konsekuensi dari
kurikulum sebagai suatu kegiatan.
Peranan
kurikulum dalam pendidikan dalam pencapaian tujuan pendidikan, yakni : (1)
Memiliki Peranan Konservatif, (2) Kreatif, (3) Kritis, (4) Evaluatif.
BAB
II LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
1. Landasan
Filosofis
Landasan
Filosofis adalah asumsi-asumsi tentang hakikat realitas, hakikat manusia,
hakikat pengetahuan, dan hakikat nilai yang menjadi titik tolak dalam
mengembangkan kurikulum. Berimplikasi pada prumusan tujuan pendidikanm
pengembangan isi atau materi pendidikan, penemuan strategis, serta pada peranan
peserta didik dan peranan pendidik.
2. Landasan
Psikologis
Landasan
Psikologis adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari psikologi yang dijadikan
titik tolak dalam mengembangkan kurikulum. Ada dua jenis psikologi yang harus
menjadi acuan, yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar.
3. Landasan
Sosial Budaya
Landasan
Sosial Budaya adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari sosiologi dan
antropologi yang dijadikan titik tolak dalam mengembangkan kurikulum.
4. Landasan
Ilmiah dan Teknologi
Landasan
Ilmiah dan Teknologi adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari hasil-hasil riset
atau penelitian dan aplikasi dari ilmu pengetahuan yang menjadi titik tolak
dalam mengembangkan kurikulum. Pengembangan kurikulum membutuhkan sumbangan
dari berbagai kajian ilmiah danteknologi baik bersifat hardware ataupun software sehingga pendidikan yang dilaksanakan
dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
BAB
III KOMPONEN-KOMPONEN PENGEMBANGAN KURIKULUM
Sistem
kurikulum terbentuk oleh empat komponen yaitu ; (1) Komponen Tujuan, (2) Isi
Kurikulum, (3) Metode atau Strategi
pencapaian tujuan, dan (4) Komponen
Evaluasi.
Tujuan
pendidikan memiliki klasifikasi, dari mulai tujuan yang sangat umum sampai
tujuan khusus yang bersifat spesifik dan dapat diukur. Tujuan pendidikan diklasifikasikan menjadi empat
yaitu ;
1. Tujuan
Pendidikan Nasional ( TPN)
2. Tujuan
Institusional ( TI)
3. Tujuan
Kurikuler (TK)
4. Tujuan
Instruksional atau Tujuan Pembelajaran
(TP)
BAB
IV PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM
Prinsip
adalah suatu hal yang sifatnya sangat penting dan mendasar terlahir dari dan
menjadi suatu kepercayaan. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum menunjukkan
pada pengrtian tentang berbagai hal yang harus dijadikan patokan dalam
menentukan berbagai hal yang terkait dengan pengembangan kurikulum, terutama
fase perencanaan kurikulum (curriculum
planning).
Ada
empat sumber prinsip pengembangan kurikulum, yaitu ; (1) Data Empiris (empirical data), (2) Data Eksperimen (experiment data), (3) Cerita/Legenda
yang hidup dimasyarakat (folklore of
curriculum).
Prinsip-prinsip
pengembangan kurikulum bisa diklasifikasikan dalam dua kategori yaitu ; Prinsip
Umum dan Prinsip Khusus.
BAB
V MODEL PENGEMBANGAN DAN ORGANISASI KURIKULUM
Model
pengembangan kurikulum, yaitu suatu langkah sistematis dalam proes penyusunan
kurikulum. Alternatif prosedur dalam rangka mendesain (designing), menerapkan
(implementation), dan mengevaluasi (evaluation) suatu kurikulum.
Dewasa
ini banyak dikemukakan model-model pengembangan kurikulum, diantaranya ; (1)
Model Ralph Tyler, (2) Model Administratif, (3) Model Grass Roots, (4) Model
Demontratif, (5) Model Miller-Seller, (6) Model Taba (Inverted Model), dan (6)
Model Beauchamp.
Organisasi kurukulum merupakan pola
susunan sajian isi kurikulum, yang bertujuan untuk mempermudah siswa dalam
mempelajari bahan pelajaran serta mempermudah siswa dalam melakukan kegiatan
belajar, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif.
Ada sejumlah prinsip yang harus
diperhatikan dalam organisasi kurikulum, yaitu ; (1) Ruang Lingkup atau Cakupan
( scope), (2) Urutan Bahan (sequence), (3) Kontinuitas, Keseimbangan, dan
Keterpaduan (integrated).
Secra umum terdapat dua bentuk
organisasi kurikulum, yaitu :
1.
Kurikulum Berdasarkan Mata
Pelajaran (Subject Curriculum)
2.
Kurikulum Terpadu (Integrated Curriculum)
BAB
VI EVALUASI KURIKULUM
Evaluasi
kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa kinerja kurikulum secara keseluruhan
ditinjau dari berbagai kriteria. Indikator kinerja yang dievaluasi adalah
efektifitas, relevansi, efisiensi, dan kelaikan (feasibility) program.
Tujuan
Evaluasi Kurikulum adalah untuk keperluan : (a) Perbaikan Program, (b)
Pertanggungjawaban kepada berbagai pihak, dan (3) Penentuan tindak lanjut hasil
pengembangan.
Adapun
model-model evaluasi digolongkan menjadi :
1.
Measurement
Objek evaluasi dititik beratkan pada
hasil belajar terutama dalam aspek kognitif dan khususnya yang dapat diukur
dengan alat evaluasi yang objektif dan dapat dibakukan
2.
Congruence
Objek evaluasi dititik beratkan pada
hasil belajar dalam bentuk kognitif,psikomotorik,maupun nilai dan sikap.
3.
Ilumination
Objek evaluasi mencakup latar belakang
dan perkembangan program, proses pelaksanaan, hasil belajar, dan
kesulitan-kesulitan yang dialami.
4.
Educational
System Evaluation
Objek evaluasi mencakup input
(bahan,rencana,peralatan), proses dan hasil yang dicapai dalam arti yang lebih
luas.
5.
CIPP
Model evaluasi dengan fokus pada
contect, input, process, serta product.
BAB
VII KONSEP DASAR PEMBELAJARAN
Pembelajaran
merupakan suatu proses interaksi antara komponen-komponen sistem pembelajaran.
Konsep dan pemahaman pembelajaran dapat dipahami dengan menganalisis aktivitas
komponen pendidik, peserta didil, bahan ajar, media, alat, prosedur, dan proses
belajar.
Perubahan
dan munculnya beberapa konsep dan pemahaman tentang belajar merupakan suatu
bukti bahwa pembelajaran adalah proses mencari kebenaran, menggunakan
kebenaran, dan mengembangkannya untuk kepentingan pemahaman kebutuhsn hidup
manusia, khususnya yang berhubungan dengan upaya mengubah perilaku, sikap,
pengetahuan,dan pemaksaan terhadap tugasnya.
Dalam
proses pembelajaran inilah terdapat unsur-unsur yang akan menghasilkan hasil
belajar. Melalui proses belajar inilah maka pembelajaran bisa berkelanjutan,
sehingga segala sesuatu yang dibutuhakan manusia akan terpenuhi.
BAB
VIII KOMPONEN-KOMPONEN PEMBELAJARAN
Pembelajaran memiliki makna yang
lebih luas dari istilah pengajaran. Kata pembelajaran dan pengajaran dapat
dibedakan pengertiannya. Kata pengajaran hanya ada didalam konteks guru-murid
dikelas formal, sedangkan kata pembelajaran tidak hanya ada dalam konteks
guru-murid dikelas formal, akan tetapi meliputi kegiatan mengajar yang tidak
dihadiri oleh guru secara fisik.
Didalam kata pembelajaran, ditekankan
pada kegiatan belajra siswa melalui usaha-usaha yang terencana dalam
memanipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses belajar.
Sebagai suatu sistem, pembelajaran
memiliki sejumlah komponen yaitu ;
1. Tujuan
2. Bahan
( Materi Pembelajaran )
3. Strategi
Pembelajaran
4. Media
Pembelajaran
5. Evaluasi
BAB
IX PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN
Pada
pembahasan mengenai prinsip-prinsip pembelajaran seperti yang telah
dikemukakan, pada pokoknya dapat dikemukakan sebagai berikut :
1. Pembelajaran
pada dasarnya adalah interaksi antara siswa dengan lingkungan pembelajaran
untuk mencapai tujuan pembelajaran, yaitu perubahan perilaku(pengetahuan,
sikap, maupun keterampilan).
2. Bahwa
untuk terjadinya prose pembelajaran secara efektif dan efisien, maka terdapat
beberapa ketentuan, kaidah, norma, atau disebut dengan prinsip pembelajran yang
harus menjadi perhatian dan menjadi inspirai dalam melaksanakan prose
pembalajaran.
3. Prinsip
pembelajaran dapat diklasifikasikan kedalam dua bagian, yaitu; (a) Prinsip
pembelajaran yang bersifat umum, yaitu ; Bahwa belajar menghasilkan perubahan
perilaku peserta didik yang relatif permanen ; Peserta didik memiliki potensi,
gandrung, dan kemampuan yang merupakan benih kodrati untuk ditumbuhkembangkan ;
perubahan ataupencapaian kualitas ideal itu tidak tumbuh alami linear sejalan
prose kehidupan. (b) Prinsip pembelajaran yang bersifat khusus antara lain
yaitu : Prinsip Perhatian dan Motivasi, Keaktifan, Keterlibatan
Langsung/berpengalaman, Tantangan, Balikan dan Penguatan, dan Prinsip Perbedaan
Individual.
BAB
X PENDEKATAN, STRATEGI, DAN MODEL PEMBELAJARAN
Terdapat
berbagai konsepsi tentang pembelajaran, hal ini dapat terjadi karena adanya
perbedaan pendekatan yang digunakan orang dalam memahami makna pembelajaran.
Pembelajaran dapat dipahami melalui pendekatan filsafati, pendekatan psikologi
dan pendekatan sistem. Dalam pendekatan filsafati antara lain kita dapat
memahami makna pembelajaran melalui aliran Idealisme, Realisme, Pragmatisme,
Konstruktivisme, Eksistensialisme, dan Pancasila.dalam pendekatan psikologi
antara lain kita dapat memahami makna pembelajaran melalui aliran Behaviorisme,
Kognitivisme, dan Humanisme.
Strategi
pembelajaran adalah pola umum rencana interaksi antara siswa dengan guru dan
sumber belajar lainnya pada suatu lingkungan belajar untu mencapai tujuan
pembelajaran tertentu.
Dalam
rangka memahami dan menyelenggarakan pembelajaran, dasar pijakan kita adalah
Pasal 2 Undang-Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional dan Pasal 32 UUD 1945 atas dasar bahwa kriteria pemilihan
strategi dan model pembelajaran hendaknya didasarkan kepada kesesuaiannya
dengan hal (1) Tujuan pembelajaran atau tujuan pendidikan yang ingin dicapai,
(2) Peranan Guru dan siswa yang diharapkan dalam memncapai tujuan pembelajaran,
(3) Karakteristik mata pelajaran atau bidang studi , (4) kondisi lingkugan
belajar.
BAB
XI INOVASI KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN
Suatu
perubahan, termasuk perubahan dibidang penidikan dapat dikatakan sebagai bentuk
inovasi apabila perubahan tersebut dilakukan dengan sengaja, untuk memperbaiki
keadaan sebelumnya agar lebih menguntungkan demi upaya untuk meningkatkan
kehidupan yang lebih baik.
Inovasi
pada dasarnya merupakan pemikiran cemerlang yang bercirikan hal baru, atau
berupa praktik-praktiktertentu atau berupa produk dari suatu hasil olah pikir
dan olah teknologi yang diterapkan melalui tahapan tertentuyang diyakini dapat
memecahkan masalah yang timbul dan
memperbaiki suatu keadaan tertentu dan proses tertentu yang terjadi
dimasyarakat.
Difusi
inovasi dimaknakan sebagai penyebarluasan gagasan inovasi tersebut melalui
suatu proses komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan saluran tertentu
dalam suatu rentang waktu tertentu diantara anggota sistem sosial masyarakat.
Ada
empat ciri utama inovasi pendidikan, yaitu ;
1. Memiliki
kekhasan/ khusus
2. Memiliki
ciri atau unsur kebaruan
3. Program
inovasi dilaksanakan melalui program yang terencana
4. Inovasi
yang digulirkan memiliki tujuan
Tahapan
untuk melakukan inovasi dapat diuraikan sebagai berikut :
1.
Tahap pengetahuan ( knwledge )
2.
Tahap bujukan ( persuation )
3.
Tahap pengambilan keputusan ( decision making )
4.
Tahap implementasi ( implementation )
5.
Tahap konfirmasi ( confirmation )
Difusi
inovasi pendidikan cenderung mengembangkan dimensi demokratis, artinya difusi
inovasi yang dilaksanakan mengembangkan misi untuk meninggalkan konsepsi
pendidikan yang terbatas bagi kepentingan elite tertentu, menuju pada konsepsi
pendidikan yang lebih demokratis.
A. BUKU
II ( BAB 1 – BAB 6 )
BAB
I PENDAHULUAN
Tujuan
Pendidikan Nasional pada era reformasi ini yaitu untuk “membangun manusia
Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, demokratis, mandiri, dan bertanggungjawab” ( UU
No.2/2003 tentang Sisdiknas). Oleh karena itu, pengembangan dan implementasi
kurikulum disetiap tingkat satuan pendidikan harus dilaksanakan secara
konsisten dan efektif.
Kurikulum
merupakan salah satu komponen yang memiliki peranan penting dalam sistem
pendidikan karena dalam kurikulum bukan hanya dirumuskan tentang tujuan yang
harus dicapai sehingga memperjelas arah pendidikan, akan tetapi juga memberikan
pemahaman tentang pengalaman belajar yang harus dimiliki setiap siswa
(Sanjaya,2008:32).
Seller
(Sanjaya 2008:33) mengemukakan bahwa pengembangan kurikulum harus dimulai dari
menentukan orientasi kurikulum, yakni kebijakan-kebijakan umum, misalnya arah
dan tujuan pendidikan, pandangan tentang hakikat belajar, dan hakikat anak
didik, pandangan tentang keberhasilan implementasi kurikulum, dan lain-lain.
Berdasrkan orientasi tersebut selanjutnya dikembangkan kurikulum menjadi
pedoman pembelajaran, diimplementasikan dalam proses pembelajaran dan evaluasi.
Hasil evaluasi itulah yang kemudian dijadikan bahan dalam menentukan orientasi,
begitu seterusnya sehingga membentuk siklus.
Kompetensi
pedagogi ketiga yang harus dimiliki guru adalah kompetensi pengembangan
kurikulum. Dalam kompetensi ini guru dituntut harus mampu menyusun silabus
sesusai dengan terpenting kutikulum dan menggunakan RPP sesusai dengan tujuan
dan lingkumgan pembelajaran. Guru dapat memilih, menyusun, dan menta materi
pembelajaram yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Berdasrkan format
Penilaian Kinerja Guru yang berlaku efektif 1 Januari 2013 ini, indikator
kompetensi pengembangan kurikulum yang wajib dimiliki dan dilaksanakan oleh
guru antara lain mencakup kemampuan (1) Menyusun silabus yang sesuai dengan
kurikulum, (2) Merancang rencana pembelajaran yang sesuai dengan silabus untuk
membahas materi ajar tertentu agar peserta didik dapat mencapai kompetensi
dasar yang ditetapkan, (3) Mengikuti urutan materi pembelajaran dengan
memperhatikan tujuan pembelajaran, dan (4) Memilih materi tepat dan mutakhir.
BAB
II MEMAHAMI PENGEMBANGAN KURIKUKUM 2013
Kurikulum
merupakan salah satu unsur yan memberikan konstribusi yang signifikan untuk
mewujudkan proses berkembangnya kualitas potensi peserta didik. Kurikulum
sebagaimana yang ditegaskan dalam pasal 1 ayat 19 Uu No.20 Tahun 2003 adalah
seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran
serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran
untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu .
Oleh
karena itu, Pengembangan kurikulum perlu dilakukan karena adanya berbagai
tantangan yang dihadapi, yaitu :
1.
Tantangan
Internal
2.
Tantangan
Eksternal
3.
Penyempurnaan
Pola Pikir
4.
Penguatan
Tata Kelola Kurikulum
5.
Pendalaman
dan Perluasan Materi
Adapun
landasan dan karakteristik dalam pengembangan kurikulum 2013, yaitu :
Landasannya
berupa :
1. Landasan
Yuridis
2. Landasan
Filosofis
3. Landasan
empiris
4. Landasan
Teoritik
Karakteristik
pengembangan kurikulum 2013
Kurikulum
2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum berbasis kompetensi adalah
outcomes based curriculum oleh karena itu, pengembangan kurikulum diarahkan
pada pencapaian kompetensi yang dirumuskan dari SKL. Demikian pula penilaian
hasil belajar dan hasil kurikulum diukur dari pencapaian kompetensi.
Keberhasilan kurikulum diartikan sebagai pencapaian kompetensi yang dirancang
dalam dokumen kurikulum oleh seluruh peserta didik.
BAB
III MERENCANAKAN PEMBELAJARAN
Merencanakan kegiatan pembelajran
sangat penting dan perlu bagi seorang guru sebagai acuan untuk melaksanakan
kegiatan pembeljaran agar lebih terarah, efisien, dan efektif. Oleh karena itu,
perencanaan pembelajaran hendaknya bersifat luwes (fleksibel) dan memberi
kemungkinan bag guru untuk menyesuaikan dengan respom peserta didik dalam
proses pembelajaran.
Hakikat
Perencanaan Pembelajaran terdiri atas dua kata, yakni kata perencanaan dan kata
pembelajaran. Kaufman (1972) memandang bahwa perencanaan adalah sebagai suatu
proses untuk menetapkan ke “tempat” itu dengan cara yang paling efektif dan
efisien. Menetapkan “kemana harus pergi “ mengandung pengertian sama dengan
merumuskan tujuan dan sasaran yang akan dituju, sedangkan merumuskan “bagaimana
agar samopai ke tempat itu” berarti menyusun langkah-langkah yang dianggap
rfrktif dalam rangka pencapaian tujuan. Perencanaan memiliki empat unsur yang
harus dimiliki, (1) adanya tujuan yang hars dicapai, (2) adanya strategi untuk
mrncapai tujuan, (3) sumber daya yang dapat mendukung, dan (4) implementasi
setiap keputusan.
A. Penyusunan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
1. Hakikat
RPP
Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan manajemen
pembelajaran untuk mencapai satu atau lebih kompetensi dasar (Mulyasa,
2009:212). RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar
peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).
RPP
merupakan komponen yang sangat penting dari kurikulum sekolah yang
pengembangannya harus dilakukan secara professional. Tugas guru yang paling
utama harus terkait dengan RPP berbasis Kurikulum 2013 adalah
menjabarkansilabus kedalam RPP lebih operasional dan rinci, serta siap
dijadikan pedoman atau skenario dalam pembelajaran.
Adapun
sedikitnya ada dua fungsi RPP menurut Mulyasa (2009:217), kedua fungsi tersebut
adalah: (1) fungsi perencanaan, (2) fungsi pelaksanaan.
Selain
fungsi adapun prinsip penyusunan atau pengembangan RPP yang perlu diperhatikan
oleh guru adalah :
a.
Memerhatikan
Perbedaaan Individu Pesrta Didik
b.
Mendorong
Partisipasi Aktif Pesrta Didik
c.
Mengembangkan
Budaya Membaca dan Menulis
d.
Memberikan
Umpan Balik dan Tindak Lanjut
e.
Keterkaitan
dan Keterpaduan
f.
Menerapkan
Teknologi Informasi dan Komunikasi
BAB
IV MEMILIH DAN MENYUSUN MATERI PEMBELAJARAN
Materi
pembelajaran merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran yang memegang
peranan penting dalam membantu peserta didik mencapai kompetensi inti dan
kompetensi dasar. Secara garis besar, materi pembelajaran berisikan
pengetahuan, keterampilan, dan sikap atau nilai yang harus dipelajari peserta
didik. Materu pembelajaran perlu dipilih dengan tepat agar seoptimal mungkin
membantu peserta didik dalam mencapai kompetensi inti dan kompetensi dasar.
Masalah-masalah yang timbul berkenaan dengan pemilihan materi pembelajaran
menyangkut jenis, cakupan, urutan,
perlakuan (treatment) terhadap materi pembelajaran dan sumber materi
pembelajaran. Jenis bahan pembelajaran perlu diidentifikasikan atau ditentukan
dengan tepat karena setiap jenis pembelajran memerlukan strategi, media, dan
cara mengevaluasi yang berbeda-beda. Cakupan atau ruang lingkup serta kedalaman
materi pembelajaran perlu diperhatiakan tidak kurang dan tidak lebih. Urutan
(sequence) perlu diperhatikan agar pembelajaran menjadi runtut. Perlakuan (cara
mengajarkan/menyampaikan dan mempelajari) perlu dipilih setepat-tepatnya agar
tidak salah mengajarkan atau mempelajarinya (misalnya perlu kejelasan apakah
suatu materi harus dihafalkan, dipahami, atau diaplikasikan).
Dalam
pembelajaran yang konvensional guru sering menentukan buku teks sebagai
satu-satunya sumber materi pembelajaran. Bahkan, pembelajaran yang berprientasi
kepada kurikulum sybjek akademis, buku teks yang telah disusun oleh para
pengembang kurikulum merupakan sumber utama. Dengan demikian, perubahan dan
atau penyusunan kurikulum pada dasarnya adalah penyempurnaan dan perubahan buku
ajar. Akibatnya, ketika terjadi perubahan kurikulum, maka selalu diikuti oleh
perubahan buku ajar.
Terdapat
beberapa alasan yang membuka wawasan baru bagi guru, bahwa ternyata banyak
sumber yang didapat untuk dimanfaatkan sebagai
media membelajarkan peserta didik, selain dari buku teks yang dicetak
secara massal.
Sumber
materi pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk proses pembelajran menurut
Sanjaya (2011:147) dapat dikategorikan sebagai berikut :
a. Tempat
atau Lingkungan
b. Orang
atau Narasumber
c. Objek
d. Bahan
Cetak dan Noncetak
BAB VI MEMAHAMI KONSEP PEMBELAJARAN
TEMATIK TERPADU DI SD
Proses
pembelajaran untuk jenjang Sekolah Dasar atau yang sederajat menggunakan
pendekatan-pendekatan tematik. Model pembelajaran tematik terpadu (PTP) atau integrated thematic instruction ( ITI) dikembangkan
pertama kali pada awal tahun 1970-an.
Pembelajaran
materi ini dilaksankan dengan menggunakan prinsip pembelajaran terpadu. Pembelajaran
terpadu menggunakan tema sebagai pemersatu kegiatan pembelajaran yang memadukan
beberapa mata pelajaransekaligus dalam satu kali tatap muak, unntuk memberikan
pengalaman yang bermakna bagi peserta didik.
Pembelajaran
tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik daklam
memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat
menambah semangat belajar, karena materi yang dipelajari merupakan materi yang
nyata dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan
pembelajaran tematik terpadu, yaitu :
1. Mudah
memusatkan perhatian pada satu tema/topik
2. Mempelajari
pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema
yang sama
3. Memiliki
pemahaman terhadap materi pelajaran lebih dalam dan berkesan
4. Mengembangkan
kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengaitkan berbagai mata pelajaran
dengan pengalaman pribadi peserta didik
5. Lebih
bergairah belajara karena mereka dapat berkmunikasi dalam situasi nyata
6. Lebih
meraskan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks
tema yang jelas
7. Guru
dapat menghemat waktu
8. Budi
pekerti dan moral peserta dididk dapat ditumbuh kembangkan dengan mengangkat
sejumlah nilai budi pekeri sesuai dengan situasi dan kondisi
BAB VI MEMAHAMI KONSEP PENDEKATAN ILMIAH
DALAM PEMBELAJARAN
Pembelajaran
merupakan proses ilmiah. Karena itu Kurikulum 2013 mengamanatkan esensi
pendekatan ilmiah dalam pembelajaran. Dalam pendekatan atau proses kerja yang
memenuhi kriteria ilmiah, para ilmuwan
lebih mengedepankan penalaran induktif daripada penalaran deduktif.
Pembelajaran
berbasis pendekatan ilmiah itu lebih effektif hasilnya dibandingkan dengan
pembelajaran tradisional.
Proses
pembelajaran harus dipadu dengan kaidah-kaidah pendekatan ilmiah.pendekatan ini
bercirikan penonjolan dimensi pengamatan, penalaran, penemuan, pengabsahan, dan
penjelasan tentang suatu kebenaran.
Proses
pembelajaran dapat dikatakan ilmiah jika terdapat kriteria yang memenuhi,
adapun kriteria tersebut adalah :
1. Substansi
atau materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat
dijelaskan denagan logika atau penalaran tertentu, bukan sebatas kira-kira,
khayalan, legenda, atau dongeng semata
2. Penjelasan
guru, respon peserta didik, dan interaksi edukatif guru-peserta didik terbebas
dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang
menyimpang dari alur berfikir logis
3. Mendorong
dan menginspirasi peserta didik berfikir secra kritis, analistis, dan tepat
dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan
substansi atau materi pembelajaran
4. Mendorong
dan mengispirasi peserta didik mampu berfikir hipotetik dalam melihat
perbedaan, kesamaan, dan tautan satu sama lain, dari substansi atau materi
pembelajaran
5. Mendorong
dan menginspirasi peserta didik mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan
pola berfikir yang rasional dan objektif dalam merespon substansi atau materi
pembelajaran
6. Berbasis
pada konsep, teori, dan fakta, empiris yang dapat dipertanggungjawabkan
7. Tujuaan
pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas, namun menar sistem
penyajiannya
Proses
pembelajaran harus terhindar dari sifat-sifat atau nilai-nilai nonilmiah.
Pendekatan nonilmiah dimaksud meliputi semata-mata berdasarkan intuisi, akala
sehat, prasangka, penemuan melalui coba-coba dan asal berfikir kritis.
Proses
pembelajaran menyentuh tiga ranah, yaitu : sikap, pengetahuan, da keterampilan.
Kurikulum
2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu dengan
menggunakan pendekatan ilmiah. Pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam
pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi, mengamati, menanya, mencoba,
mengola, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta untuk semua mata pelajaran.
BAB III PEMBAHASAN ISI BUKU
A.
PEMBAHASAN ISI BUKU
Pada
bagian ini saya akan membuat beberapa pembahasan anatara buku wajib (buku I ) dengan buku pembanding (buku II),
yaitu :
A. 1. Penjelasan Tentang Definisi Kurikulum
Menurut
Saylor, Alexander, dan Lewis paada buku I mengemukakan bahwa kurikulum sebagai
segala upaya sekolah untuk memengaruhi siswa supaya belajar, baik dalam ruangan
kelas, dihalaman sekolah, maupun diluar sekolah. Sedangkan menurut Syaodih
(2005:150) didalam kurikulum terintegrasi filsafat, nilai-nilai, pengetahuan,
dan perbuatan pendidikan. Kurikulum memberikan pedoman kepada para pelaksana
pendidikan dalam proses pembimbingan perkembangan siswa, mencapai tujuan yang
dicita-citakan oleh siswa sendiri dan keluarga, maupun masyarakat.
Berdasarkan
kedua pendapat diatas kurikulum merupakan salah satu komponen yang memiliki
peranan penting dalam sistem pendidikan karena dalam kurikulum bukan hanya
dirumuskan tentang tujuan yang harus dicapai sehingga memperjelas arah
pendidikan, akan tetapi juga memberikan
pemahaamn tentang pengalaman belajar yang harus dimiliki setiap siswa. Oleh
karena itu, begitu pentingnya fungsi dan peran kurikulum, maka setiap
pengembangan kurikulum pada jenjang mana pun harus didasarkan pada asas-asas
tertentu.
A. 2.
Penjelasan Tentang Landasan Pengembangan Kurikulum
Pada
buku I materi tentang Kurikulum yang dibahas disini masihlah mengenai kurikulum
saja belum sampai kepada tentang Kurikulum 2013.
Adapun
landasan pengembangan kurikulum pada buku I ini yaitu :
1. Landasan
filosofis, yaitu asumsi-asumsi tentang hakikat realitas, hakiakat manusia,
hakikat pengetahuan, dan hakikat nilai yang menjadi titik tolak dalam
mengembangkan kurikulum.
2. Landasan
psikolgis, yaitu asumsi-asumsi yang bersumber dari psikologis yang dijadikan
titik tolak dalam mengembangkan kurikulum.
3. Landasan
sosial budaya, yaitu asumsi-asumsi yang bersumber dari soiologi dan antropologi
yang dijadikan titik tolak dalam memngembangkan kkurikulum.
4. Landasan
ilmiah dan teknologi, yaitu asumsi-asumsi yang bersumber dari hasil-hasil riset
atau penelitian dan aplikasi dati ilmupengetahuan yyang menjadi titik tolak
dalam mengembangkan kurikulum.
Adapun
juga landasan-landasan pengembangan kurikulum pada buku II yaitu:
1. Landasan
yuridis, merupakan ketentusn hukum yang dijadikan dasar untuk pengembangan
kurikulum baru. Seperti Pancasila dan UUD 1945
2. Landasan
filosofis, adalah landasan yang mengarahkan kurikulum kepada manusia apakah
yang akan dihasilkan oleh kurikulum
3. Landasan
teoritik, merupakan dasar-dasar teoritik
pengembangan kurikulum sebagai dokumen dan proses.
4. Landasan
empirik, memeberikan arahan berdasarkan pelaksanaan kurikulum yang sedang
terjadi/berlaku dilapangan.
Pembelajaran
merupakan proses ilmiah. Karena itu Kurikulum 2013 mengamanatkan esensi
pendekatan ilmiah dalam pembelajaran. Dalam pendekatan atau proses kerja yang
memenuhi kriteria ilmiah, para ilmuwan
lebih mengedepankan penalaran induktif daripada penalaran deduktif.
Pembelajaran
berbasis pendekatan ilmiah itu lebih effektif hasilnya dibandingkan dengan
pembelajaran tradisional.
Proses
pembelajaran harus dipadu dengan kaidah-kaidah pendekatan ilmiah.pendekatan ini
bercirikan penonjolan dimensi pengamatan, penalaran, penemuan, pengabsahan, dan
penjelasan tentang suatu kebenaran.
Proses
pembelajaran dapat dikatakan ilmiah jika terdapat kriteria yang memenuhi,
adapun kriteria tersebut adalah :
1. Substansi
atau materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat
dijelaskan denagan logika atau penalaran tertentu, bukan sebatas kira-kira,
khayalan, legenda, atau dongeng semata
2. Penjelasan
guru, respon peserta didik, dan interaksi edukatif guru-peserta didik terbebas
dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang
menyimpang dari alur berfikir logis
3. Mendorong
dan menginspirasi peserta didik berfikir secra kritis, analistis, dan tepat
dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan
substansi atau materi pembelajaran
4. Mendorong
dan mengispirasi peserta didik mampu berfikir hipotetik dalam melihat
perbedaan, kesamaan, dan tautan satu sama lain, dari substansi atau materi pembelajaran
5. Mendorong
dan menginspirasi peserta didik mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan
pola berfikir yang rasional dan objektif dalam merespon substansi atau materi
pembelajaran
6. Berbasis
pada konsep, teori, dan fakta, empiris yang dapat dipertanggungjawabkan
7. Tujuaan
pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas, namun menar sistem
penyajiannya
A. 3.
Proses pembelajaran harus terhindar dari sifat-sifat atau nilai-nilai
nonilmiah. Pendekatan nonilmiah dimaksud meliputi semata-mata berdasarkan intuisi,
akala sehat, prasangka, penemuan melalui coba-coba dan asal berfikir kritis. Proses
pembelajaran menyentuh tiga ranah, yaitu : sikap, pengetahuan, da keterampilan.
Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran,
yaitu dengan menggunakan pendekatan ilmiah. Pendekatan ilmiah (scientific
appoach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi, mengamati, menanya,
mencoba, mengola, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta untuk semua mata
pelajaran.
B. KELEBIHAN
DAN KEKURANGAN BUKU
1. Kelebihan
Buku I
a. Segi
Bahasa
Dari
segi bahasa, bahasa yan diguakaan dalam buku ini sangat mudah untuk dipahami,
karena habasanya tidak terlalu formal dan tidak terlalu bebas pada buku-buku
anak muda zaman sekarang dan struktur teks nya juga sudah tersusun rapi dan
teratur.
b. Isi
Buku
Isi
buku didalam buku inilebih seperti buku panduan daripada buku pembelajaranpada
umumnya, hal ini dikarenakan isi buku ini terdapat beberapa gambar yang sebagai
konsep dan maeteri yang didalam nya juga sudah terlalu mendalam dan detail.
c. Desain
Buku
Desain
buku I ini merupakan desain buku yang
sangat kompleks namun sederhan. Gaya bahasa yang digunakan juga sudah tepat,
cover buku yang terlihat elegan dan menarik serta penjelasan yang sangat
mendalam dan detail mempbuat pembaca mudah memahaminya.
d. Spesifikasi
Keilmuan yang Dipelajari
Sementara
itu,spesifikasi keilmuan yang dipelajari sudh sangat cukup mendalam dan detail,
materi-materi yaang digunakan untuk dipelajari terpapar dengan poin-poin
penting dalam kalimat yang cukup jelas bagi pembacanya.
2. Kekurangan
Buku I
a. Segi Bahasa
Menurut
saya dalam buku I ini tidak memiliki kekurangan dalam hal ini karena sesuai
dengan yang saya jelaskan tadi bahwa
buku ini tidak terlalu formal dan tidak terlalu bebas sehingga dapat dengan mudah
untuk dipahami oleh para pembaca.
b. Isi
Buku
Menurut
saya didalam buku I ini terdapat satu kekurangan yaitu dalam penyampaian materi
buku ini tidak ada sama sekali membahas tentang adanya Kurikulum 2013, buku I
ini haya terlalu membahas adanya materi Kurikulum yang mungkin telah dipelajari
pada dasar.
c. Desain
buku
Menurut
saya dalam hal desain buku I ini memiliki kekurangan pada gamabar-gambar yang
dipaparkan kurang adanya pewarnaan pada gambar tersebut, namun desain
keseluruhan buku I ini sudah sangat bagus.
d. Spesifikasi
Keilmuan yang dipelajari
Seperti
yang sudah saya kataakan bahwa didalam buku I keseluruhan penyampaian materi
sudah snagat mendalam dan detail jadi pada buku I ini tidak memmiliki kelemahan
untuk hal ini.
3. Kelebihan
Buku II
a. Segi
Bahasa
Dari
segi bahasa, bahasa yan diguakaan dalam buku ini sangat mudah untuk dipahami,
karena habasanya tidak terlalu formal dan tidak terlalu bebas pada buku-buku
anak muda zaman sekarang dan struktur teks nya juga sudah tersusun rapi dan
teratur.
b. Isi
Buku
Isi
buku didalam buku ini lebih seperti buku panduan daripada buku pembelajaran
pada umumnya, hal ini dikarenakan isi buku ini terdapat penjelasan tentang
segala hal Kurikulum 2013 dengan sangat jelas, mendalam dan detail.
c. Desain
Buku
Desain
buku II ini merupakan desain buku yang
sangat kompleks namun sederhan. Gaya bahasa yang digunakan juga sudah tepat,
cover buku yang terlihat elegan dan menarik serta penjelasan yang sangat
mendalam dan detail mempbuat pembaca mudah memahaminya.
d. Spesifikasi
Keilmuan yang Dipelajari
Sementara
itu,spesifikasi keilmuan yang dipelajari sudh sangat cukup mendalam dan detail,
materi-materi yaang digunakan untuk dipelajari terpapar dengan poin-poin
penting dalam kalimat yang cukup jelas bagi pembacanya.
4. Kekurangan
Buku I
a. Segi
Bahasa
Menurut
saya dalam buku II ini tidak memiliki kekurangan dalam hal ini karena sesuai
dengan yang saya jelaskan tadi bahwa
buku ini tidak terlalu formal dan tidak terlalu bebas sehingga dapat dengan
mudah untuk dipahami oleh para pembaca.
b. Isi
Buku
Menurut
saya didalam buku II ini terdapat satu kekurangan yaitu dalam penyampaian
materi buku ini kurang adanya pemaparan tentang gambar-gambar yang diberikan
dan kurang adanya pewarnaan , buku II ini hanya terlalu membahas adanya materi
Kurikulum yang mungkin telah dipelajari pada dasar.
c. Desain
buku
Menurut
saya dalam hal desain buku II ini memeiliki kekurangan pada gamabar-gambar yang
dipaparkan kurang adanaya pewarnaan paada gamabar tersebut, namun desin
keseluruhan buku I ini sudah sngat bagus.
d. Spesifikasi
Keilmuan yang dipelajari
Seperti
yang sudah saya kataakan bahwa didalam buku II keseluruhan penyampaian materi
sudah snagat mendalam dan detail jadi pada buku II ini tidak memmiliki
kelemahan untuk hal ini.
BAB IV PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pengertian
kurikulum diorganisasi menjadi dua, kurikulum adalah sejumlah rencana isi yang
merupakan sejumlah tahapan belajar yang didesain untuk siswa dengan petunjuk
institusi pendidikan yang isinya berupa proses yang statis ataupun dinamis dan
kompetensi yang harus dimiliki. Selanjutnya, kurikulum adalah seluruh
pengalaman dibawah bimbingan dan arahan dari institusi pendidikan yang membawa
kedalam kondisi belajar.
Konsep
kurikulum meiputi ; (1) Sebagai Substansi, yang dipandang sebagai rencana
pembelajaran bagi siswa atau seperangkat tujuan yang ingin dicapai , (2)
Sebagai Sistem, merupakan bagian dari sistem persekolahan, pendidikan, dan
bahkan masyarakat, dan (3) Sebagai Bidang Studi, merupakan kajian para ahli
kurikulum yang bertujuan untuk mengembangkan ilmu tentang kurikulum dan sistem
kurikulum.
Istilah
kurikulum menunjuk beberapa dimensi pengertian, dimana disetiap dimensi
memiliki hubungan satu dengan yang lainnya. Keempat dimensitersebut adalah ;
(1) Kurikulum Sebagai Suatu Ide, (2) Kurikulum Sebagai Suatu Rencana Tertulis
yang sebenarnya merupakan perwujudan dari kurikulum sebagai suatu ide, (3)
Kurikulum Sebagai Suatu Aktivitas atau sering disebut juga kurikulum sebagai
rencana tertulis ; (4) Kurikulum Sebagai Hasil yang merupakan konsekuensi dari
kurikulum sebagai suatu kegiatan.
Perannan
kurikulum dalam pendidikan dalam pencapaian tujuan pendidikan, yakni : (1)
Memiliki Peranan Konservatif, (2) Kreatif, (3) Kritis, (4) Evaluatif.
Tujuan
Pendidikan Nasional pada era reformasi ini yaitu untuk “membangun manusia Indonesia
yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, demokratis, mandiri, dan bertanggungjawab” ( UU No.2/2003
tentang Sisdiknas). Oleh karena itu, pengembangan dan implementasi kurikulum
disetiap tingkat satuan pendidikan harus dilaksanakan secara konsisten dan
efektif.
Kurikulum
merupakan salah satu komponen yang memiliki peranan penting dalam sistem
pendidikan karena dalam kurikulum bukan hanya dirumuskan tentang tujuan yang
harus dicapai sehingga memperjelas arah pendidikan, akan tetapi juga memberikan
pemahaman tentang pengalaman belajar yang harus dimiliki setiap siswa
(Sanjaya,2008:32).
Seller
(Sanjaya 2008:33) mengemukakan bahwa pengembangan kurikulum harus dimulai dari
menentukan orientasi kurikulum, yakni kebijakan-kebijakan umum, misalnya arah
dan tujuan pendidikan, pandangan tentang hakikat belajar, dan hakikat anak
didik, pandangan tentang keberhasilan implementasi kurikulum, dan lain-lain.
Berdasrkan orientasi tersebut selanjutnya dikembangkan kurikulum menjadi
pedoman pembelajaran, diimplementasikan dalam proses pembelajaran dan evaluasi.
Hasil evaluasi itulah yang kemudian dijadikan bahan dalam menentukan orientasi,
begitu seterusnya sehingga membentuk siklus.
Berdasarkan
hal tersebut maka pengembangan kurikulum harus berorientasi pada tujuan
pendidikan yang jelas, pandangan tentang anak yang tepat, pandangan tentang
proses pembelajaran yang benar, pandangan tentang lingkungan yang konstruktif,
konsepsi peranan guru yang efektif, dan sistem evaluasi yang valid dengan
begitu pengembangan dan implementasi kurikulum pada setiap jenjang dan satuan
pendidikan diharapkan dapat mencapai tujuan dan mutu pendidikan yang
diharapkan.
Kurikulum
yang mulai dikembangkan dan dilaksanakansecara bertahap saat ini disekolah-sekolah
adala Kurikulum 2013. Pengambangan Kurikulum 2013 ini merupakan langkah
lanjutan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada
tahun 2004 dan KTSP uang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan secara terpadu.
B. Saran
Saya
bukanlah orang yang berkecimpung pada pencetakan dan penulisan buku, jadi
kurang lebih saya sendiri kurang tau apa saja yang bisa saya sampaikan/sarankan
untuk perbaikan buku kedepannya.
Untuk
buku I dan buku II saya kira alangkah lebih baiklagi menarik jika
gambar-gamabar yang diberikan/paparkan dapat memiliki perbedaan antara
pencerahan warna ataupun lebih banyak lagi gambar-gambar yang menjdi konsep
agar pembaca lebih mudah untuk membaca dan memahaminaya.
Khusus
untuk buku I saya rasa tidak ada yang harus diperbaiki, keseluruhan buku sudah
sangat tepat dan bagus.
Khusus
untuk buku II hendaknya supaya dalam penyampaian materi tidak hanya berupa
materi sebuah karya tulis saja yang dipaparkan, tambahkan sedikit hal yang
membuat buku jauh lebih menarik lagi misalnya penambahan gambar yang mungkin
dapat menjadi lebih menrik lagi.
Baiklah
saya pikir cukup samapai disini saja kritikan saya, dan hanya ini sajalah yang
dapat saya samoaikan, lebih dan kurang saya memohon maaf, sesungguhnya sya
hanyalah manusia biasa yang tak luput dari dosa dan kesalahan. Terima kasih
banyak
Wassalammualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh.
DAFTAR PUSTAKA
Dr. Toto Ruhimat,
M. (2017). Kurikulum & Pembelajaran. Jakarta: Tim Pengembangan
MKDP Kurikulum dan Pengembangan.
Hairun Nufus, S.
(2014). Pengembangan Kurikulum. Jakarta: RINEKA CIPTA.




Komentar
Posting Komentar