TUGAS MANDIRI II
INTERNATIONAL
JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL SCIENCE : EVALUATION OF CURRICULUM DEVELOPMENT
PROCESS
(AFZAAL
HUSSAIN, VOL 1 NO.14; OCTOBER 2011)
INTERNATIONAL
JOURNAL OF TEACHER LEADERSHIP : TEACHER AS CURRICULUM LEADER : A Consideration
of The Appropriatness of That Role Assignment to Classroom-Based Practitioners
(BETH
HANDLER, VOL 3 NO.3; WINTER 2010)
Disusun
Sebagai Salah Satu Tugas Terstruktur Yang Diwajibkan Dalam Mengikuti
Perkuliahan Kurikulum dan Pembelajaran
Disusun Oleh :
SRI
HARIYATI 1602050032
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA
UTARA
TAHUN 2017
KATA PENGANTAR
Assalammualaikum Wr. Wb
Puji
dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan
karunia-Nya sehingga saya dapat membuat dan menyelesaikan tugas ‘’Critical Journal Review’’ ini. Dan tak
lupa pula shalawat berangkaikan salam senantiasa sata curahkan kepada junjungan
Nabi besar Muhammad SAW.
Tugas ini saya susun untuk
menyelesaikan salah satu mata kuliah ‘’
Kurikulum dan Pembelajaran ‘’. saya berharap dari ‘’Critical Journal Review’’ ini bisa bermanfaat kepada semua
pembacanya.
Demikian saya susun review jurnal
ini yang masih jauh dari kata kesempurnaan. Oleh karena itu saya selaku
penyusun tugas ini memohon maaf kepada para pembaca dan kepada Bapak Dosen
Muhammad Arifin S.Pd., M.Pd selaku pengasuh mata kuliah ini .
Medan,
13 Desember 2017
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................
DAFTAR ISI ......................................................................................................
BAB. I PENDAHULUAN
A. Manfaat
Critical Jurnal Review.................................................................
B. Tujuan
Critical Jurnal Review ..................................................................
C. Identitas
jurnal yang direview...................................................................
BAB. II RINGKASAN ISI ARTIKEL
A. Pendahuluan..............................................................................................
B. Deskripsi
isi...............................................................................................
BAB. III PEMBAHASAN
A. Pembahasan
isi jurna.................................................................................
B. Kelemahan
dan kekurangan jurnal............................................................
BAB. IV PENUTUP
A. Kesimpulan................................................................................................
B. Rekomendasi
untuk perbaikan jurnal .......................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB I PENDAHULUAN
A.
Manfaat Critical
Jurnal Review
1. Mengetahui
informasi dari kedua jurnal
2. Meningkatkan
daya berfikir kritis
3. Melatih
membuat karya ilmiah
B.
Tujuan Critical Jurnal
Review
1. Menyelesaikan
salah satu tugas mata kuliah Kurikulum dan Pembelajaran
2. Menggali
informasi yang dalam tentang berbahasa inggris
C.
Identitas Jurnal Yang
Direview
JURNAL I
1.
Judul : EVALUATION OF
CURRICULUM DEVELOPMENT PROCESS
2.
Nama jurnal : INTERNATIONAL
JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL SCIENCE
3.
Edisi Terbit : Vol. 1 No.
14; October 2011
4.
Penulis Artikel : AFZAAL HUSSAIN
5.
Penerbit : Centre
for Promoting Ideas
6.
Kota Terbit : USA
7.
Nomor ISSN :2220-8488
8.
Alamat link:
JURNAL II
1.
Judul : TEACHER AS
CURRICULUM LEADER : A Consideration of The Appropriatness of That Role
Assignment to Classroom-Based Practitioners
2.
Nama Jurnal : INTERNATIONAL
JOURNAL OF TEACHER LEADERSHIP
3.
Edisi Terbit : Volume
3, Number 3, Winter 2010
4.
Penulis Artikel : BETH
HANDLER
5.
Penerbit : Handler
6.
Kota Terbit : USA
7.
Nomor ISSN :1934-1976
8.
Alamat Link :
BAB II RINGKASAN ISI ARTIKEL
A. PENDAHULUAN
Review jurnal adalah salah satu cara
untuk mempermudah memahami isi dari suatu jurnal ataupun hasil penelitian yang
telah dilakukan atau dibuat. Tujuan dari review jurnal atau hasil sebuah
penelitian untuk mempermudah dalam pembahasan isi dari hasil penelitian ataupun
jurnal yang telah dilakukan atau dibuat. Oleh karena itu setiap mahasiswa,
harus mampu memahami cara kriteria jurnal yang akan direview. Adapun jurnal
yang akan direview adalah :
1. Jurnal
yang dipilih adalah jurnal Internasional (berbahasa Inggris) yang memuat judul,
volume, tahun, nomor jurnal, serta lembaga yang akan menerbitkannya.
2. Jurnal
yang akan dibahas dalam review ini adalah jurnal yang sangat berkaitan dengan
mata kuliah Kurikulum dan Pembelajaran.
B. DESKRIPSI
ISI
JURNAL I
Seperti
yang telah kita ketahui bahwa evaluasi adalah tahapan atau proses pertimbangan
untuk memberikan pertimbangan pada suatu kurikulum.
Evaluasi kurikulum mengacu pada
pengumpulan informasi mengenai penilaian mana yang dapat dibuat mengenai nilai
dan efektivitas program tertentu. Keputusan akan hal ini bisa dibuat tentang
masa depan program, apakah akan mempertahankan program sebagaimana mestinya.
Metode dan teknik yang digunakan dalam evaluasi kurikulum meliputi diskusi,
eksperimenm wawancara (kelompok ataupun indvidu), obsrvasi-prosedur, kuisioner,
kinerja praktis dan catatan resmi.
Guba
dan Stufflebeam (1970, hal.109) mengidentifikasikan empat jenis keputusan yang
terlibat dalam evaluasi kurikulum, yaitu 1. Merencanakan niat, 2. Prosedur
perencanaan, 3. Melaksanakan prosedur, 4. Hasil.
Dalam
mempertimbangkan bagaimana cara mengevaluasi kita bisa memikirkan berbagai
pendekatan atau model. Namun terdapat banyak model evaluasi yang berbeda-beda
dan tentunya berasal dari pakar yang berbeda pula. Contohnya, Maurice Holt
(1981,p.23) mengidentifikasikan model evaluasi yaitu, 1. Model evaluasi klasik,
2. Model penelitian dan pengembangan, 3. Model iluminatif, 4. Model pembuat
ke[utusan briefing, 5. Model guru sebagai peneliti, 6. Model studi kasus.
Pengembangan
kurikulum adalah proses yang sangat berkesinambungan dan perubahan yang
diperlukan merupakan bagian tak terpisahkan dari prosesnya agar lebih responsif
terhadap tntutan perubahan dan untuk memastikan relevansi. Sehingga tidak
diragukan lagi bahwa proses pengembangan kurikulum yang efektif dapat
menungkatkan pembelajran peserta didik. Evaluasi diperlukan untuk penilaian
agar dapat mengetahui dan memperbaiki perencanaan dan pelaksanaan masa depan
suatu kegiatan.
JURNAL
II
Guru sebagai pemimpin
kurikulum telah berpusat pada hegemik, birokratis, atau organisasi
paternalistik yang umum disekolah, hipotesis lain seharusnya dianggap. Artikel
ini memberikan pertimbangan tentang persyaratan peran dan kompetensi guru yang
diberikan melalui program pendidikan guru lain.
Peran
guru dan pemimpin kurikulum tidak secara alami setara. Guru pasti punya
pemahaman yang komperehensif tentang area konten dan metode mereka untuk
mengkomunikasikan pengetahuan siswa. Di sisi praktisnya, mungkin sisi yang
paling sering kita temui adalah tenaga pendidik SD dan pendidik Sekolah
Menengah, kurikulum dicirikan sebagai apa yang harus diajarkan dalam urutan apa,
dalam cara apa, dan oleh siapa.
Guru
pada umumnya siap secara profesional untuk terlibat dalam diskusi kurikulum.
Isi buku teks dan pengalaman instruksional mereka sendiri dan standar isi
tingkat negara lebih jauh mendukung kemampuan guru untuk terlibat dalam
keputusan kurikuler. Sebagai pemimpin kurikuler harus menunjukkan pemahaman
yang canggih tentang pendidikan sebagai politik dan usaha sosial. Sebagai
seorang pemimpin kurikulum, guru harus memahami tujuan pendidikan sekolah, apa
itu pendidikan, penglaman yang cenderung melayani tujuan tersebut. Guru harus
selalu sadar akan ideologi, agenda politik, dan hegemonies yang mempengaruhi
apa saja yang diajarkan dan bagaimna hal itu diajarkan.
BAB III PEMBAHASAN ISI JURNAL
A. PEMBAHASAN
JURNAL I
Artikel ini membahas
tentang Evaluai Pengembangan Kurikulum. Inti dari pencapaian tujuan kurikulum
tergantung pada proses evaluasi selama pengembangan. Konten Pemilihan mengenai
pertimbangan objektif dan berkenaan dengan organisasi konten agak kritis selama
proses pengembangan kurikulum. Hal itu dikarenakan seringkali tidak ada
evaluasi terhadap kurikulum yang diimplementasikan diluar sehingga tidak ada umpan
balik yang diterima untuk merevisi kurikulum.
Evaluasi diyakini sebagai jaminan produk berkualitas. Evaluasi
proses pembangunan kurikulum merupakan hal penting dalam menyalurkan dan
menjaga arah generasi muda dengan cara yang diinginkan untuk pencapaian tujuan
nasional dan menjaga sistem agar tetap memperbarui perubahan waktu. Hal itu
dikarenakan evaluasi merupakan langkah untuk menentukan berhasil atau tidaknya
suatu kurikulum yang dijalankan dan sekaligus menemukan kelemahan yang ada pada
proses tersebut untuk diperbaharui kembali.
Bagi sebagian siswa tahap evaluasi ini menjadi hal yang sangat
menakutkan untuk nya, mengapa demikian? Hal itu dikarenakan melalui kegiatan
evaluasi ini guru dapat mengetahui seberapa besar kemampuan setiap muridnya,
dan yang lain juga evaluasi sangat menentukan nasib murid dalam proses
pembelajaran.
Kemudian dari hal itu dapat kita ketahui apa itu Evaluasi
Pengembangan Kurikulum, hal itu merupakan suatu proses pertimbangan untuk
memberi nilai pada suatu kurikulum. Pertimbangan nilai merupakan kegiatan untuk
memberikan penilaian pada kurikulum itu sendiri. Contohnya, seorang evaluator
memberikan penilaian pada seorang guru, apakah sebuah kurikulum yang dinilai
itu dapat dipahami oleh guru selaku pelaksana kurikulum, dan lain sebagainya.
Proses pengembangan kurikulum di Indonesia seperti cara yang
harus mempersiapkan pria dan wanita muda untuk mengejar pendidikan tinggi dan
juga untuk membuat mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan praktis penuh
dengan makna dan produktif. Karena tujuan pendidikan hanya bisa dicapai melalui
kurikulum yang andal dan evaluasi proses pembaharuan yang tepat dan memenuhi
kebutuhan sosial yang dibutuhkan.
Terdapat banyak kegunaan kata ‘’kurikulum’’ seperti pada Kamus
Concise Oxford yang mendefinisikan sebagai ‘’Course of Study’’ mencatat bahwa
itu berasal dari bahasa Latin untuk Kursus Balap Kereta. Maksud dari kurikulum
sebagai balapan dengan seri ‘’Rintangan’’ yang harus diatasi.
Kurikulum merupakan hal yang sangat penting bagi seorang guru
profesional. Kurikulum telah menjadi bagian yang sangat mapan dari program
pendidikan guru. Oleh karena itu, guru perlu memiliki pengetahuan tentang
kurikulum dan memahami proses kurikulum
yang dikembangkan.
Studi ini membahas tentang pengembangan kurikulum masalah
proses Kuisioner yang telah divalidasi terdiri dari 84 pertanyaan yang
dikembangkan. Hasil menunjukan hubungan yang signifikan antara proses yang ada
dan proses yang diinginkan untuk pengembangan kurikulum.
JURNAL
II
Artikel ini membahas
tentang Guru Sebagai Pemimpin Kurikulum. Literatur pendidikan, teori, dan tren
reformasi telah lama menempatkan guru dipusat peran dalam desain kurikuler. Para
ahli teori menyadari pentingnya peran guru kelas dalam pengembangan kurikuler
ditingkat bangunan (Ornstein & Hunkins).
Pada artikel ini memberikan pertimbangan penegasan bahwa peran
pemimpin kurikulum adalah hal yang tepat bagi seorang guru dalam program
persiapan guru yang kontemporer dan menawarkan saran untuk lebih mempersipkan
seorang guru dalam memenuhi peran pemimpin kurikulum.
Sebagai seorang guru yang menjadi pemimpin kurikulum harus
mampu dalam pembuatan keputusan kurikuler yang bervariasi, hal itu sangat
bergantung pada keterlibatan guru dalam penentuan kurikulum disekolah mereka
sendiri atau didalam ruang kelas mereka sendiri. Namun sebagian besar pekerjaan
ini memperjelas bahwa keterlibatan guru tidak mengarah pada tindakan aktif
perubahan kurikuler yang berhasil.
Seorang guru lebih memilih untuk terlibat dalam kurikulum
tingkat kelas pengambilan keputusan daripada berpartisipasi dalam tingkat organisasi.
Pekerjaan lain pada guru sebagai pembuat keputusan kurikuler berfokus pada
kualifikasi dan persiapan profesional untuk sukses dalam pekerjaan seperti itu.
Peran guru sebagai pemimpin kurikulum tidak secara alami
setara, guru pasti memiliki pemahaman yang komprehensif tentang area konten dan
metode mereka untuk mengkomunikasikan pengetahuannya kepada muridnya.
Kepemimpinan kurikulum biasanya membutuhkan lebih dari sekadar
pemahaman umum tentang psikologi, seperti hal nya pemimpin kurikulum harus
mampu mempertimbangkan faktor perkembangan, kognitif, emosional, dan
komunikatif yang berkaitan dengan mereka penerimaan dan ekspresi pembelajaran
konten. Dan seorang pemimpin kurikulum
harus mampu memiliki pengalaman dan dapat mengartikulasikan penelitian
pendidikan klasik dan kontemporer, teori, dan harapan praktis si semua
kategori.
B. Kelebihan
dan Kekurangan Jurnal
JURNAL I
Kelebihan
Ø Menjelaskan
Kurikulum dangan sangat jelas
Ø Menyampaikan
bagaimana cara atau strategi dalam evaluasi proses pengembangan kurikulum
Ø Menyampaikan
bagaimana peran seorang guru dalam evaluasi proses pengembangan kurikulum
Ø Mengembangkan
sketsa faktor yang efektif yang bertanggung jawab untuk evaluasi kurikulum
Kekurangan
Ø Tidak
ada begitu banyak kekurangan dalam jurnal I ini hanya ada dalam segi tata
bahasa yaitu, dalam jurnal ini menggunakan kata-kata atau istilah yang belum
banyak diketahui oleh banyak khalayak
Ø Terlalu
banyak data temuan yang akan dianalisis atau diteliti
JURNAL
II
Kelebihan
Ø Menjelaskan
Kurikulum dengan sangat jelas
Ø Menyampaikan
bagaimana peran guru sebagai pemimpin kurikulum dalam kelasnya
Ø Menyampaikan
peran guru sebagaimana seharusnya dalam menjadi pemimpin kurikulum
Kekurangan
Ø Tidak
ada kekurngan yang terlalu banyak dalam jurnal II ini namun jikalau ada hanya
dalam segi tata bahasa yaitu, dalam jurnal ini menggunakan kata-kata atau
istilah yang belum banyak diketahui oleh banyak khalayak
Ø Terlalu
banyak hal yang dilampirkan sehingga kurangnya teliti pada para pembaca
BAB IV KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Sedangkan pada jurnal I analisis data dan
temuan penelitian tersebut menghasilkan kesimpulan sebagai berikut : penelitian
difokuskan untuk mengevaluasi proses pengembangan kurikulum ditingkat menengah.
Beberapa indikator menunjukkan hasil bahwa hal ini tidak praktis didalam negeri
selama proses pengembangan kurikulum seperti yang telah ditunjukkan didalam
jurnal.
Pada jurnal II mengingat kompleksitas
masalah, identifikasi penyebab tunggal kegagalan Implementasi guru yang
komprehensif sebagai pemimpin kurikulum tidak masuk akal. Namun hipotesis bahwa
pembuatan keputusan kurikulum yang diarahkan oleh guru dapat dikatakan sukses
ataupun berkelanjutan gagal, karena keterbatasan pengetahuan konseptual guru
yang ditempatkan dalam peran kepimpinan layak dilakukan lebih jauh pertimbangan.
Hasil telah disimpulkan dari studi oleh
Shahid (2005) tentang evaluasi proses pengembangan kurikulum bahwa hasil strategi
adaptasi untuk kebutuhan peserta didik khusus tidak berjalan.
Pengembangan kurikulum melalui studi dan
penelitian, opini publik harus diajak melalui peningkatan kurikulum, kurikulum
yang disarankan harus diuji melalui uji coba sebelum menerapkannya disekolah.
B. Rekomendasi
Perbaikan Jurnal
Menurut saya hasil
penelitian dari dua jurnal tersebut sudah cukup bagus, namun adapun beberapa
rekomendasi perbaikan jurnal pada jurnal I yaitu Tingkat kesadaran sosial
pemangku harus diperhatikan sebelum memilih tujuan subjek, lembaga nasional
segara harus sadar akan tujuan kurikulum diberbagai wilayah, strategi
pengajaran harus dikembangkan untuk pencapaian tujuan kurikulum, tujuan harus
diturunkan berdasarkan nilai-nilai agama, tujuan harus diselesaikan setelah
berkonsultasi dengan ahli dari subjek yang bersangkutan.
Pengembangan pemimpin guru yang dapat terlibat dalam
pengembangan kurikulumyang bermakna dan pengambilan keputusan sangat penting
untuk menciptakan sekolah yang menawarkan semua siswa akademik yang
komprehensif persiapan melalui kurikulum yang otentik dan menarik. Model
pendidikan guru saat ini dilakukan dan disesuaikan untuk memberikan preservice
pendidik pengetahuan yang memadai tentang teori kurikulum dan pedagogis kritis
sehingga guru-guru ini dapat memahami kurikulum pada tingkat yang lebih dalam
yang diperlukan untuk membuat keputusan diluar kelas.
DAFTAR PUSTAKA
Bibliography
Dr.cd. Dirman, M. (2014). Pengembangan Kurikulum
Dalam Rangka Implementasi Standar Proses Pendidikan Siswa. (S. Hairun
Nufus, Penyunt.) Jakarta: PT. Rineka Cipta.
MKDP, T. (2017). Kurikulum dan Pembelajaran. Depok:
Rajawali Pers.


Komentar
Posting Komentar